Jenis makanan yang harus dihindari oleh penderita asam urat dan yang boleh


Asam urat merupakan penyakit yang menyebabkan rasa nyeri pada persendian. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya kadar purin dalam tubuh yang selanjutnya mengalami penumpukan di persendian. Zat purin ini berasal dari makanan yang dikonsumsi baik dari pangan hewani maupun nabati serta dihasilkan juga melalui proses perusakan sel-sel tubuh yang terjadi secara alami maupun disebabkan oleh penyakit. Kurang efisiennya fungsi ginjal juga menjadi faktor utama penumpukan asam urat.
Ciri-ciri dan Gejala Asam Urat
Adapun gejala-gejala asam urat yang dapat diamati yaitu kesemutan dan linu, nyeri terutama malam hari atau pagi hari saat bangun tidur dan terjadinya pembengkakan pada sendi, kemerahan, panas serta nyeri luar biasa.
Sebagian besar penderita asam urat memiliki keluhan dengan tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit ginjal, aterosklerosis. Penderita asam urat juga banyak dikeluhkan oleh mereka yang mempunyai berat badan berlebih. Repotnya asam urat yang berlanjut bisa menyerang organ ginjal dan lebih parahnya pada gagal ginjal.
Cara Mengobati Asam Urat
- Hindari mengonsumsi obat berbahan aspirin (pilih ibuprofen atau yang lain)
- Banyak minum air putih (terutama penderita ginjal untuk mengeluarkan kristal asam urat)
- Konsumsi makanan yang mengandung potasium tinggi seperti: sayuran dan buah-buahan, kentang, susu dan yoghurt.
- Konsumsi buah-buahan kaya vitamin C seperti jeruk da strowberry.
- Aktif secara seksual, karena tubuh melancarkan urin sehingga menurunkan kadar asam urat.
1. Jenis makanan yang harus dihindari oleh penderita asam urat
Untuk mencegah kembalinya peningkatan kadar asam urat dalam tubuh maka setelah kadarnya normal sebaiknya anda tetap mengontrol makanan yang dikonsumsi dengan memperhatikan makanan apa saja yang mengandung banyak purin.
Makanan yang termasuk kategori ini yaitu makanan kaleng, daging, telur, kaldu, kacang-kacangan (melinjo, emping kacang tanah, kacang hijau, kacang kedelai termasuk olahannya, tauge), lauk pauk (hati, ginjal, babat, usus, paru, otak), makanan laut (cumi, kepiting udang, kerang), sayuran (kangkung, daun bayam, daun singkong, asparagus, kembang kol, buncis), buah-buahan (durian, alpukat, nanas) minuman dan makanan beralkohol (bir, wiski, anggur, tape, tuak). Selain itu, perbanyaklah meminum air putih agar metabolism tubuh menjadi lancer sehingga membantu dalam pengeluaran purin dalam tubuh.
Sebaiknya pemderita asam urat membatasi konsumsi makan yang banyak mengandung purin, walaupun telah menjalani pengobatan, dan dianjurkan banyak minum air putih untuk membantu membuang purin yang ada dalam tubuh. Bagi tubuh yang normal kadar asam urat adalah 2.4 – 6.0 bagi wanita dan 3.0 – 7.0 bagi laki laki.
2. Jenis makanan yang boleh dikonsumsi oleh penderita asam urat
Makanan yang boleh dikonsumsi dalam jumlah sedikit antara lain:
- Tahu dan tempe.
- Ikan, daging kambing, daging ayam, daging sapi.
- Beberapa jenis sayuran tertentu seperti kangkung, bayam, brokoli, dan tauge, daun pepaya, asparagus, kacang-kacangan, jamur.
- Makanan berlemak seperti santan, margarine, mentega, atau goreng-gorengan. Lemak dapat menghambat pengeluaran asam urat lewat urin.
Jenis makanan yang boleh dikonsumsi agak banyak antara lain :
- Keju, susu, telur.
- Makanan sumber karbohidrat seperti beras, kentang, singkong, terigu, tapioka, hunkwe, makaroni, mi, bihun, roti, dan biskuit. Tetapi, karbohidrat sederhana golongan fruktosa seperti gula, permen, arum manis, gulali, dan sirop sebaiknya dihindari karena fruktosa dapat meningkatkan kadar asam urat.
- Buah-buahan seperti semangka, melon, nanas, belimbing manis, dan jambu air. Buah-buahan lain juga boleh dimakan kecuali durian dan alpukat.
Selain itu penderita asam urat dianjurkan untuk banyak minum, minimal 2 liter atau 10 gelas sehari, yang bertujuan untuk membantu pengeluaran asam urat lewat air seni dan mencegah penumpukan asam urat di ginjal atau kandung kemih. Air minum ini bisa berupa air putih masak, teh, atau kopi.

Tidak ada komentar: